Sejarah Qurban dari Masa ke Masa

Nabi Adam AS

Allah SWT pernah memerintahkan qurban di masa Nabi Adam AS melalui kisah kedua putranya yaitu Habil dan Qabil. Pada saat berqurban Allah SWT hanya menerima qurban dari Habil berupa kambing qibas yang berwarna putih dari ternaknya yang terbaik. Allah SWT tidak menerima qurbannya karena hanya berqurban dengan makanan yang buruk dengan niat yang buruk.

 

Nabi Idris AS

Qurban yang di perintahkan pada masa itu berupa

  • al-Bukhur (dupa atau wangi-wangian)
  • al-Dzabaih (sembelihan)
  • al-Rayyahin (tumbuhan-tumbuhan yang harum baunya)
  • al-Wardu (bunga ros)
  • al-Hinthah (biji gandum)
  • al-Fawakih (buah-buahan seperti al-‘Inab atau buah anggur

 

Nabi Nuh AS

Sesudah terjadi taufan (banjir) Nuh, Nabi Nuh AS membuat tempat yang sengaja dan tertentu untuk meletakan qurban, yang nantinya qurban tersebut sesudah di letakkan di tempat tadi kemudian di bakar.

 

Nabi Ibrahim AS

Melalui sebuah mimpi Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail AS. Mimpi itu datang 3 kali dengan mimpi yang sama. Setibanya di Jabal Qurban, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail AS. Namun, rencana tersebut berubah dratis sebagaimana di firmankan oleh Allah SWT dalam surat Ash-Shaffaat ayat 103-107, yang mana Nabi Ismail AS telah di tebus oleh Allah SWT dengan seekor sembelihan yang besar.

 

Nabi Musa AS

Penyembelihan qurban pun berlaku hingga zaman Nabi Musa AS. Dan Nabi Musa AS membagi binatang yang di sediakan untuk qurban kepada dua bagian sasaran, sebagian di lepas saja dan di biarkan berkeliaran sesudah di beri tanda yang di perlukan, dan sebagian di sembelih untuk dimakan dagingnya.

 

Bani Isra’il

Ummat terdahulu sebelum ummat Nabi Muhammad SAW jika melakukan qurban maka orang-orang akan keluar rumah untuk ikut menyaksikan apakah qurban mereka itu di terima atau tidak. Jika di terima datang api putih (Baidha’u) dari langit membakar apa yang di qurbankan, namun apabila api itu tidak muncul maka berarti qurban tidak di terima. Rupa api itu la dukhana laha wa laha dawiyun (api yang tidak berasap dan berbunyi).

 

Nabi Zakaria AS dan Nabi Yahya AS

Qurban pada masa itu berupa binatang dan amti’atun (barang-barang) lalu di bakar api.

 

Bangsa Yahudi dan Nashrani

Bangsa Yahudi adalah sebagian dari Bani Isra’il dan Bani Isra’il adalah keturunan Nabi Ya’qub AS yang bergelar Isra’il. Qurban pada masa itu dengan melakukan pengorbanan dengan membakar berbagai sesaji yang bertujuan mengingat-ingat kesalahan. Seperti menyembelih sapi dan kambing jantan yang mulus dan tidak cacat. Qurban bangsa Nasrani antara lain berupa persembahan missa seorang Kahin berupa roti dan arak dengan keyakinan bahwa roti dan arak di tukar dengan daging dan darah al-Masih.

Bangsa Arab Jahilliyah

Qurban mereka sembahkan untuk berhala hala yang mereka sembah. Cara mereka menyembelih binatang qurban di mana dengan metode memercikan daging dan darahnya pada al-baet (ka’bah) dan mereka simpan daging dan darah di atas batu. Selain qurban yang di sembelih juga ada qurban Jahilliyah lain yaitu hewan qurban di lepas untuk sembahan mereka yaitu Bahirah (unta betina beranak 5 kali), Saibah (unta jantan), washilah (domba betina), ham (unta jantan yang telah membuntingkan unta betina 10 kali).

Nabi Muhammad SAW

Nabi besar, Nabi Muhammad SAW melakukan qurban pada waktu Haji Wada’ di Mina setelah shalat Idul Adha. Beliau menyembelih 100 ekor unta, 70 ekor di sembelih dengan tangan nya sendiri dan 30 ekor di sembelih oleh Sayyidina Ali RA. Seperti tersebut di dalam Al-Quran (Surah Al Hajj:36).

Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan tentang binatang yang di jadikan qurban, tujuan qurban, cara menyembelih ternak hewan qurban, kapan memakan daging qurban, siapa yang dapat memakan daging qurban. Binatang qurban, yaitu al-Budnu suatu nama khusus bagi unta. Sedangkan sapi dipandang sama menempati tempat unta dalam hukumnya karena Nabi SAW bersabda, “Dari Jabir bin Abdullah, berkata “Kami berqurban bersama Rasulullah SAW di tahun Hudaibiyah, unta untuk tujuh orang dan sapi untuk tujuh orang” (HR. Muslim).

Sumber: https://infakyatim.id/inspirasi/sejarah-qurban-dari-masa-ke-masa

https://mitratanifarm.co.id/

Scroll to Top
Scroll to Top