Seperti yang kita tahu bahwa cuaca yang panas terus menerus akan mengakibatkan stress pada kita. Karena carian dalam tubuh terkuras sehingga menjadi stress. Ternyata tidak hanya manusia yang bisa mengalami stress ini. Hewan pun juga bisa mengalaminya. Seperti contoh adalah hewan ternak sapi. Sapi di kenal sebagai hewan ternak yang ramah dan santun kepada pemiliknya. Namun, jika sapi tersebut terkena panas atau di tempatkan bukan di dalam kandang tertutup, sapi tersebut akan berubah tingkah lakunya. Seketika kelihatan bahwa sapi tersebut gelisah. Karena sebenarnya panas juga dapat menyebabkan sapi stress.

 

Kenapa Panas Dapat Menyebabkan Sapi Stress?

 

Agribiznetwork,- Gejala stress panas (heat stress) dapat terjadi pada sapi akibat gangguan pada proses metabolisme tubuh karena cekaman panas yang tinggi. Stress panas pada sapi dapat menurunkan produktivitas pada ternak sehingga harus di atasi. Bangsa sapi Bos indicus memiliki daya tahan panas (heat tolerant) yang baik di bandingkan dengan sapi Bos taurus (Gantner et al., 2011). Hal itu di sebabkan karena bangsa sapi Bos taurus tidak memiliki kemampuan homeostatis yang baik pada cuaca panas (Blackshaw dan Blackshaw, 1994).

Beberapa sapi lokal di Indonesia seperti sapi Bali, Madura dan Pasundan juga memiliki daya tahan panas yang baik (Atmadilaga, 1959; Putra et al., 2014). Zona aman untuk bangsa sapi Bos taurus adalah pada suhu 5-20oC (perah) dan 15-25oC (potong). Selain itu, zona aman untuk bangsa sapi Bos indicus pada suhu 16-27oC (Polsky dan von Keyserlingk, 2017). Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim panas, sehingga heat stress dapat terjadi pada beberapa bangsa sapi eksotik (Bos taurus) atau persilangannya yang di pelihara di Indonesia.

 

Qurban Sehat (klik disini)

 

Gejala yang di alami

Gejala yang terlihat pada sapi yang mengalami heat stress antara lain sebagai berikut:
a. Dalam kandang koloni, sapi cenderung saling merapat satu sama lain (bunching).
b. Sapi lebih sering berdiri dan terlihat gelisah.
c. Sapi sering menyerang dengan tiba-tiba (slobbering).
d. Sapi bernafas dengan cepat dan mulut terbuka (panting).
e. Daya keseimbangan sapi berkurang dan terlihat gemetar (trembling).
f. Sapi lebih banyak minum.
g. Konsumsi pakan dan proses ruminasi berkurang.
h. Sapi lebih sering mengeluarkan urine.

 

Gejala yang tidak terlihat pada sapi yang mengalami heat stress antara lain sebagai berikut:
a. Kadar PH di dalam rumen sapi rendah.
b. Motilitas mikroba di dalam rumen berkurang.
c. Pembuluh darah perifer membesar.
d. Mineral elektrolit (Ca, K, Na) dan senyawa bikarbonat (HCO3) di dalam tubuh berkurang.
e. Produksi hormon reproduksi terganggu.
f. Daya tahan terhadap penyakit parasit dan non-parasit berkurang.
g. Perkembangan sel telur dan sperma terganggu.

 

Baca Jenis-Jenis Autoclave (klik disini)
Scroll to Top