Makanan olahan memiliki banyak cara dalam proses pengemasannya. Salah satunya adalah dengan melakukan pengalengan. Penentuan jenis dan teknik pengemasan ini akan di sesuaikan dengan jenis pengolahan makanan tersebut. Keunggulan dari proses pengalengan adalah menggunakan standar teknologi yang sesuai dengan proses HACCP, GMP, serta sistem jaminan mutu produk lainnya. Hal ini sangat penting agar produk yang di terima oleh konsumen serta terjamin keamanan dan kualitasnya.

Apa Manfaat Dari Pengalengan (Click me)

Kenapa lebih banyak produsen makanan yang memiliki melakukan pengalengan makanan untuk produknya. Padahal apabila di hitung, modal untuk pengemasan ini lebih mahal di bandingkan kemasan yang lainnya. Pahami tentang fungsi proses pengalengan berikut ini.

1. Produk Lebih Tahan Lama

Fungsi pertama dari sebuah proses pengalengan makanan adalah, produk akan memiliki daya tahan yang lebih lama. Sebagian besar konsumen menggunakan produk makanan kaleng sebagai stok bahan makanan untuk jangka waktu tertentu. Dengan mengemas makanan dalam kaleng, akan membuatnya awet dan tahan lama. Hal ini karena proses pengalengan yang di lakukan memungkinkan bahan aman dan tidak terkontaminasi bakteri sehingga tidak mudah rusak. Ketika hendak menggunakan makanan kaleng, akan lebih baik jika Anda juga melihat tanggal kadaluarsanya. Produk ini sebagian besar tidak menggunakan pengawet buatan sehingga terdapat masa expired yang di tentukan.

2. Tahan Kontaminasi Bakteri

Bahan kaleng yang di gunakan tersebut memiliki karakteristik yang kuat, tahan banting, dan tidak mudah bocor. Tentu saja dalam proses pengemasannya harus menerapkan sistem yang telah terintegrasi agar makanan yang di simpan tetap layak di konsumsi. Teknik pengalengan makanan ini akan menurunkan kemungkinan terjadinya kontaminasi dari bakteri dan jamur. Bakteri pembusuk akan membuat makanan cepat basi jika menembus bahan makanan. Dengan menggunakan kaleng maka tidak memerlukan bahan tambahan agar kualitasnya tetap terjaga.

3. Kemasan Higienis

Dalam pengemasannya, terdapat kaleng steril yang menjadi lapisan pembungkus produk. Hal ini sangat bermanfaat untuk menjaga agar produk terlindung dari kotoran dari luar. Dengan menggunakan kaleng, maka produk di jamin tetap dalam kondisi aslinya hingga sampai ke tangan konsumen. Lapisan kaleng ini juga dapat mempertahankan kandungan nutrisi dengan baik. Perlindungan selanjutnya adalah dari paparan sinar matahari yang bisa saja merusak kualitas produk. Dengan nutrisi dan kualitas yang terjamin, Anda juga bisa tenang mengkonsumsi makanan tersebut.

 

Kunjungi kami disini juga! (Click me)

 

4. Menjaga Sensasi Rasa

Pada beberapa kasus sering timbul keluhan dari konsumen akan rasa makanan yang berubah ketika produk sudah mendekati waktu kadaluarsa. Sebenarnya hal ini terjadi karena proses pengemasan yang kurang baik. Penggunaan kemasan transparan atau dari bahan selain kaleng, akan memungkinkan terjadinya paparan sinar matahari. Hal ini akan memicu terjadinya penguapan produk. Selain itu adanya kontaminasi dari bahan seperti plastik, juga mampu merubah rasa dan produk menjadi tidak aman lagi.

5. Meluaskan Area Pemasaran

Makanan yang di kemas dalam kaleng akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Selain produk bisa di simpan dalam waktu yang cukup lama, juga bisa didistribusikan ke banyak tempat. Cara ini dapat meningkatkan omzet penjualan produk ke daerah yang belum terdapat produk tersebut. Nilai makanan yang di kalengkan juga menjadi lebih tinggi di bandingkan yang di kemas biasa. Dengan demikian nilai ekonomis produk juga meningkat. Konsumen lebih menyukai menyimpan makanan kaleng di bandingkan bahan mentah yang mungkin tidak bertahan lama.

Sumber: sjap.co.id

Scroll to Top