Pada dasarnya

Qurban biasanya di lakukan oleh kepala keluarga. Dimana kepala keluarga sebagai perwakilan qurban. Qurban seekor kambing adalah hal yang sangat umum di Indonesia. Namun, dari fakta tersebut muncul lah pemahaman yang berbeda mengenai qurban. Di antaranya adalah qurban seekor kambing hanya dapat terhitung seorang saja, ini pendapat yang sulit di benarkan.

Di samping hal ini adapula yang menganggap bila suatu keluarga misal terdiri dari 7 orang (suami, istri dan 5 orang anak) maka ia wajib berqurban seekor sapi atau unta dan bila ia tak mampu membelinya, maka ia dapat beli seekor kambing untuk seorang anggota keluarga saja kemudian berqurban di waktu yang berbeda secara bergantian.

Sehingga setiap tahun ada yang giliran qurban. Yang pertama untuk bapaknya, tahun berikut untuk ibunya, kemudian giliran anak-anaknya. Hal ini juga tidak di benarkan.

Sebagaimana di sebutkan dalam sebuah hadits dari Atho bin Yasar, ia berkata,

“Aku pernah bertanya pada Ayyub Al Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” (HR. Tirmidzi no. 1505, shahih)

Dalam Tuhfatul Ahwadzi di sebutkan, Hadits ini adalah dalil tegas bahwa satu kambing bisa di gunakan untuk berqurban satu orang beserta keluarganya, walau jumlah anggota keluarga tersebut banyak.

 

Info qurban! (Click me)

 

Sebab qurban di hitung perkeluarga atau untuk satu keluarga bukan perorangan. Walaupun dalam satu keluarga berjumlah lebih dari 100 orang tetap di bolehkan berkurban satu ekor kambing. Namun, bila menilik soal kemampuan berkurban, tak masalah, boleh saja berkurban lebih.

Al Lajnah Ad Daimah di tanya, “Ada keluarga terdiri dari 22 anggota. Mereka tinggal di satu rumah dan yang beri nafkah pun satu orang. Di hari Idul Adha yang penuh berkah, mereka berencana berqurban dengan satu qurban. Apakah seperti ini sah atau mesti dengan dua qurban?”

Jawaban para ulama yang duduk di Lajnah, “Jika anggota keluarga banyak dan berada dalam satu rumah, maka boleh saja berqurban dengan satu qurban. Akan tetapi jika bisa berqurban lebih dari satu, itu lebih afdhol.” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 11: 408).

Daging yang sehat berasal dari hewan yang sehat! (click me)

Sumber: https://www.kompas.tv/article/92829/berqurban-seekor-kambing-untuk-satu-keluarga-bolehkah

Scroll to Top
Scroll to Top