Daging kambing merupakan jenis hidangan yang sudah di kenal baik oleh masyarakat Indonesia. Daging kambing biasa di hidangkan dengan cara berbagai macam. Mulai dari sate, rendang, sop, dsb. Hidangan tersebut juga identik dengan perayaan Idul Adha setiap tahunnya. Pada umumnya, kaum muslimin merayakan Idul Adha dengan memakan hidangan kambing tersebut. Namun, di sisi lain banyak orang juga yang mengatakan bahwa daging kambing ini memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Yang mana kandungan tersebut buruk untuk tubuh. Sebagian masyarakat yang mengkonsumsi juga mengatakan daging kambing akan membuat pusing. Namun memang, memakan daging merah (kambing) dengan jumlah yang banyak akan menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

 

 

Berikut sedikit hadits tentang memakan makanan yang berlebihan:

Nabi Muhammad SAW mengajarkan bagaimana cara makan yang baik hingga mencontohkannya. Rasulullah juga mengajarkan bahwa ada beberapa tuntutan agar umat Muslim bisa terhindari dari berbagai efek buruk akibat makan berlebihan.

“Tidaklah seorang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya, dan jika dia harus mengerjakannya maka hendaklah dia membagi sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

 

 

 

Lantas apakah benar daging kambing tinggi kolesterol? Berikut pembahasannya

Bisnis.com,- Alasan daging kambing menjadi biang keladi tekanan darah tinggi adalah kandungan kolesterolnya yang tinggi. Argumen ini salah besar alias hoaks. Daging kambing justru memiliki total kalori, lemak, dan kolesterol yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi dan ayam. Setiap seporsi daging kambing (sekitar 85 gram) mengandung 122 kalori, sementara seporsi daging sapi dan daging ayam masing-masing memiliki 179 dan 162 kalori.

Lemak pada daging kambing pun jauh lebih rendah ketimbang kedua daging lainnya. Seporsi daging kambing hanya memiliki 2,6 gram lemak, sedangkan daging sapi dan daging ayam masing-masing mengandung 7,9 dan 6,3 gram lemak. Fakta ini juga menunjukkan bahwa seporsi atau sekitar 85 gram daging kambing mampu memenuhi 4% dari kebutuhan lemak harian Anda. Dari sisi kolesterol, seporsi daging kambing mengandung 63,8 mg kolesterol.

Angka tersebut juga lebih rendah ketimbang daging sapi (73,1 mg) dan daging ayam (76 mg). Bukan hanya itu, daging kambing juga memiliki kandungan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dalam seporsi daging kambing, terkandung sekitar 3,2 mg zat besi. Angka tersebut lebih besar ketimbang daging sapi (2,9 mg) dan daging ayam (1,5 mg). Akan tetapi, dari segi kandungan protein, daging kambing memang lebih rendah daripada daging sapi.

 

Info Produk Kaleng (klik disini)

 

Seporsi daging kambing mengandung sekitar 23 gram protein, sedangkan pada daging ayam dan sapi memiliki sekitar 25 gram protein. Meski lebih rendah kandungan proteinnya, seporsi daging kambing mampu memenuhi 46 persen kebutuhan protein harian tubuh. Rendahnya kadar lemak jenuh dan kolesterol, serta tingginya kandungan zat besi dan protein dalam daging kambing, membuat daging tersebut lebih aman untuk dikonsumsi ketimbang daging lainnya.

Dalam porsi yang sama, daging kambing mampu mengalahkan daging sapi dan ayam untuk urusan gizi dan rendahnya kolesterol. Meski demikian, tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi daging ini secara berlebihan. Sebab, konsumsi yang berlebihan akan menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras.

Selain itu, kadar lemak dalam tubuh juga akan meningkat, yang bisa menyebabkan Anda merasa pusing ataupun mual. Nilai gizi pada daging kambing juga tergantung pada cara memasaknya dan seberapa besar ukuran porsinya. Pilihlah daging kambing yang berwarna merah muda hingga merah terang, dan bertekstur halus dengan lemak putih yang merata.

Sumber: bisnis.com

Scroll to Top
Scroll to Top