Mikroorganisasi adalah suatu sel yang berukuran sangat kecil dan hanya bisa di amati oleh bantuan alat. Tentunya seperti yang kita tahu bahwa bakteri juga termasuk kedalam mikroorganisme. Karena ukurannya juga yang sangat kecil. Tidak akan bisa di lihat oleh kasat mata. Mikroorganisasi bisa di temukan di mana pun dan salah satunya dapat di temukan dalam makanan kaleng maupun makanan fresh. Jika mikroorganisme ada di dalam produk kaleng, itu dapat membahayakan siapapun yang mengkonsumsinya. Kita tidak pernah tau bakteri seperti apa yang berkembang biak di dalam produk kaleng tersebut.

 

Berikut penjelasan mengenai bahaya mikroorganisme dalam produk kaleng..

 

Seperti makhluk hidup lainnya, terdapat mikroorganisme yang bermanfaat dan mikroorganisme yang tidak bermanfaat bagi kehidupan manusia. Salah satu mikroorganisme yang tidak bermanfaat bahkan merugikan manusia adalah mikroorganisme yang bersifat patogenik.

Mikroorganisme patogenik adalah mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya. Dalam hal ini, inang yang kita bahas adalah manusia. Kontaminasi mikroorganisme patogenik maupun toksin yang di hasilkannnya pada produk hasil pertanian dapat menyebabkan foodborne disease atau penyakit terbawa pangan jika produk tersebut di konsumsi oleh manusia.

Berdasarkan World Health Organization (WHO), patogen penyebab foodborne disease yang umum terjadi di Asia Tenggara adalah Novovirus, Salmonella sp., dan Eschericia coli patogenik. Dari ketiga patogen tersebut Salmonella sp. dan Escherichia coli adalah mikroorganisme yang termasuk golongan bakteri. Novovirus termasuk ke dalam golongan virus yang merupakan parasit obligat. Setiap tahunnya, lebih dari 150 juta orang di Asia Tenggara terkena foodborne diseases dengan angka kematian mencapai lebih dari 175 ribu (0,1167%). Dari penderita tersebut, 60 juta di antaranya adalah anak-anak dengan 50.000 kematian pada anak.

 

Escherichia coli

Nama bakteri ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bakteri yang salah satu habitat aslinya adalah usus manusia ini kerap di temukan di lingkungan yang sanitasinya buruk. E. coli dapat di temukan pada produk hasil pertanian yang tercemar dari lingkungan sekitar lahan pertanian.

Escherichia coli di kenal sebagai penyebab penyakit diare. Meskipun demikian, hanya terdapat beberapa E. coli yang besifat patogen. Salah satu strain E. coli yang bersifat patogenik adalah E. coli 0157:H7. Strain E. coli ini memproduksi toksin yang di sebut Shiga toksin.

 

Baca Juga Ciri-Ciri Domba Sehat (klik disini)

 

Infeksi bakteri E. coli 0157:H7 pada manusia dapat berupa infeksi tanpa gejala hingga diare berdarah dan kram perut yang parah, sindrom uremik hemolitik bahkan kematian. Inang utama E. coli 0157:H7 adalah hewan ruminansia seperti sapi, kambing, domba dan rusa. Infeksi bakteri ini dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi air maupun pangan yang terkontaminasi feses dari inang E. coli 0157:H7 maupun kontak dengan hewan inang dan lingkungannya.

Jika suatu produk kaleng domba tidak melalui proses Autoclave, akan ada kemungkinan produk kaleng tersebut tercemar bakteri tersebut. Hal ini tidak bisa di sepelekan. Karena bakteri tersebut dapat menular jika kita memakan produk kaleng tersebut.

 

Kesimpulan

Kita sebagai konsumen harus selalu memperhatikan apa yang akan kita konsumsi. Minimal kita tahu produk tersebut di olah menggunakan apa saja. MT Farm mengolah produk kaleng dengan Autoclave yang kemungkinan besar semua bakteri pada produk akan mati. Untuk kemasan yang lain pasti mempunyai cara higienisnya sendiri.

Di atas merupakan bahaya mikroorganisme dalam produk kaleng. Jadi jangan sampai tidak tahu bagaimana proses produksinya!

 

Sumber: jogjaprov.go.id

 

Scroll to Top